Dua Tower Telekomunikasi ‘Kangkangi’ Perwako


PAGARALAM POS, Pagaralam – Keberadaan dua tower telekomunikasi, di Dusun Sukacinta, Kecamatan Dempo Selatan dan di Dusun Jokoh, Kecamatan Dempo Tengah, sepertinya lolos dari pengawasan Pemkot Pagaralam, bahkan ‘kangkangi’ Perwako Nomor 30 tahun 2013 tentang penyelengaraan dan pengendalian menara telekomunikasi, harus sesuai prosedur dan ada izinnya. Bangunan base transceiver station (BTS) ini telah beroperasi, bahkan sudah ada suplai aliran listriknya, tetapi belum mengantongi izin mendirikan bangunan (IMB).

Menurut keterangan Kepala Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu (KPPT) Kota Pagaralam, Karudin, kedua menara telekomunikasi ini memang belum mengantongi izin mendirikan bangunan (IMB), namun tetap berdiri. “Untuk mengambil tindakan tegas, salahsatunya memutus jaringan sinyal. Namun, kita tidak bisa bertindak sendiri, karena rekomendasinya juga melibatkan instansi terkait (Dishubkominfo, Lingkungan Hidup, red) sebelum IMBnya diterbitkan. Begitu juga jaringan listrik ke tower, sudah berkoordinasi dengan pihak PLN,” terangnya.

Menanggapi hal ini, Kepala Dishubkominfo Kota Pagaralam, Paber Napitupulu, melalui Kabid Kominfo, B Bangun, mengakui keberadaan dua tower tersebut sudah beroperasi. Perihal IMBnya, untuk tower di Sukacinta memang belum ada izinnya. “Sedangkan tower di Dusun Jokoh, izinnya masih proses,” jawabnya.

Sementara dikatakan Kepala Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup (BPLH) Kota Pagaralam, Agus Ahmad, pihaknya sangat menyayangkan kedua bangunan tower sudah berdiri tanpa adanya rekomendasi lingkungan. “Seharusnya mereka mengajukan syarat dokumen lingkungan untuk penerbitan UKL UPL menyangkut dampak lingkungannya. Dikawatirkan aktivitas pengoperasian tower berdampak bagi lingkungan ataupun bagi masyarakat sekitar,” ulasnya. (06/CE-V)

Previous Warga Desak Pemkot Perbaikan Jalan Dipercepat
Next PNS Ngasah Batu Akik Saat Jam Kerja