Diusulkan Bentuk Pemerintahan Desa


PAGARALAM POS, Pagaralam – Anggota DPD RI, Hendri Zainudin mengatakan, untuk tahun 2015 ada anggaran desa mencapai Rp1,2 triliun dan tahun 2016 Rp1,7 triliun. Namun dari jumlah tersebut, Kota Pagaralam tidak kebagian jatah, karena tidak memiliki desa. Hal ini harus menjadi perhatian bagi Pemerintah Kota (Pemkot), agar dapat mengembangkan daerah atau kelurahan dilebur menjadi desa.

Ditambahkan Hendri, untuk tahun 2015, setiap desa mendapat bantuan dana desa Rp600 juta dan tahun 2016 naik menjadi Rp1 miliar. Kondisi ini sebenarnya dapat menjadi kesempatan besar bagi Kota Pagaralam untuk mendorong kemajuan daerah terpencil, jika dana bantuan pusat bisa terserap. “Namun sayang, dari dana itu Pagaralam tidak mendapat jatah, karena tidak ada desa seperti kota dan kabupaten lain di Sumsel,” terangnya, kemarin.

Hal ini menurutnya, tentunya bisa menjadi pemikiran untuk menjadi bahan pertimbangan dalam membentuk desa-desa khusus di daerah terpencil. “Masih ada kesempatan bagi Pemkot Pagaralam untuk mendapat jatah anggaran desa, dengan catatan harus membuat desa atau melebur kelurahan jadi desa. Sayang jika dana cukup besar ini tidak bisa dimanfaatkan warga Pagaralam untuk membantu pemerintah daerah dalam melakukan pemerataan pembangunan,” sambungnya.
Sementara itu, Walikota Pagaralam, dr Hj Ida Fitriati MKes, didampingi Kepala Bagian Tata Pemerintahan (Tapem), Nurhafni Fachrozi SSTP MSi mengatakan, memang sudah ada pengkajian dan pendataan daerah yang bisa dimekarkan jadi desa, termasuk kemungkinan kelurahan kembali ke desa.

Ia mengatakan, ada tiga kecamatan dengan perencanaan 20 desa yang sudah masuk tahap pendataan, tinggal menunggu kelengkapan syaratnya untuk bisa jadi desa. “Kita ingin peningkatan pembangunan daerah terpencil melalui dana bantuan untuk desa. Yang kemungkinan dibentuk desa yaitu Kecamatan Dempo Utara, Kecamatan Dempo Selatan dan Kecamatan Dempo Tempo Tengah,” ucapnya. (08/CE-V)

Previous Irigasi Ayek Lematang Dibuka Akses Jalan
Next Tambahan Listrik dari `Pintu Langit`