Diperlukan BUMD Pertanian


Foto: Dok/Pagaralam Pos PENYIMPANAN : Gudang komuditi dengan sistem resi gudang (SRG) di Jalan Pagaralam-Lahat, Dusun Aur Duri.

PAGARALAM POS, Pagaralam- Anggota fraksi PKS (F-PKS) DPRD Pagaralam Nopran Edwin SPd mengatakan, badan usaha milik daerah (BUMD) pertanian memang diperlukan. Sebabnya, keberadaan BUMD ini bisa membantu menstabilkan harga di tingkat petani. “Minimal bentuknya sebuah koperasi,”ujarnya, saat ditemui Pagaralam Pos di halaman kantor DPRD Pagaralam, kemarin.

Lebih lanjut Edwin mencontohkan adalah koperasi khusus kopi yang saat ini sudah berjalan. Dikatakannya, koperasi ini bisa ikut membantu petani di tengah anjloknya harga. Sebab lanjut dia, dengan menyimpan kopi di koperasi ini, petani mendapatkan pinjaman dari bank. Ketika harga sudah stabil, petani bisa menjual kopinya di koperasi. “Saya kira ini (koperasi) bisa diterapkan untuk komuditi-komuditi lainnya. Termasuk untuk komuditi sayur-sayuran,”tuturnya.

Meskipun begitu, Edwin menambahkan, pihaknya memahami bahwa untuk membuat sebuah BUMD-meskipun berbentuk koperasi-diperlukan waktu dan dana. Juga diperlukan payung hukum seperti peraturan daerah (Perda). Sementara pemerintah saat ini tengah ‘mengencangkan pinggang’ karena dampak pandemi Covid-19. “F-PKS sudah menyampaikan pandangan mengenai perlunya BUMD pertanian ini. Kita lihat nanti apakah ini bisa diwujudkan,”pungkasnya.

Harga komuditi perkebunan di Pagaralam memang tak stabil. Sayuran jenis tomat misalnya yang beberapa pekan lalu anjlok di Rp 300/Kg. Inilah yang membuat petani di Dusun Jambat Akar Kelurahan Jangkar Mas Kecamatan Dempo Utara menggelar aksi protes. Sayangnya hingga kemarin, harga tomat belum juga membaik. Ini disampaikan Sulmono, petani tomat di Dusun Jambat Akar kepada Pagaralam Pos. “Masih belum naik,” ujarnya. (Pid11)

Previous Gerebek Rumah Jadi Gudang Miras
Next Restrukturisasi Anggota di AKD