Dipenghujung Tahun, Lahat Berduka


Foto : Ist For Pagaralam Pos
BANJIR : Kondisi rumah warga yang rusak dihantam banjir, Senin (30/12).

PAGARALAM POS, Lahat – Jelang akhir tahun, Kabupaten Lahat berduka. Belum reda soal teror harimau, Senin pajar (30/12) Lahat dirundung bencana. Banjir bandang melululantakan pemukiman warga Desa Keban Agung, Kecamatan Mulak Sebingkai. Dan membuat ambruknya jembatan penghubung Lahat-Muara Enim, yang berada di Desa Pengentakan, Kecamatan Mulak Ulu.

Banjir bandang yang menyapu pemukiman warga Dusun II, Desa Kaban Agung ini, terjadi sekitar pukul 04.30 WIB. Awalnya warga mendengar gemuruh menuju arah pemukiman mereka yang berada di bibir Sungai Mulak. Merasa ada yang tidak beres, warga yang sebagian besar sudah bangun dari tidur, langsung menyelamatkan diri.




Beruntung musibah ini tidak menelan nyawa. Namun delapan rumah hanyut disapu banjir, 73 rumah rusak berat dan ringan yang ditempati 73 Kepala Keluarga (KK). Termasuk juga mushola, bangunan PAUD, dan Kantor Camat Mulak Sebingkai. Harta benda wargapun ikut jadi korban, temasuk irigasi dan 24 hektar hamparan sawah warga. “Kejadiannya cepat sekali. Beruntung kami langsung menyelamatkan diri, meski banyak barang dalam rumah ikut hanyut,” ujar Bambang warga setempat.

Begitu juga untuk jembatan penghubung Lahat-Muara Enim. Jembatan Provinsi yang berada di Desa Pengentakan, ambruk diterjang banjir. Lima Desa di Kecamatan Mulak Ulu, Desa Lesung Batu, Air Puar, Pajar Bulan, Mengkenang dan Padang Kandis, harus memutar arah ke Muara Enim untuk ke wilayah Kabupaten Lahat.




Bupati Lahat, Cik Ujang SH bersama Wabup, H Haryanto SE MM MBA langsung turun ke lokasi. Bantuan tanggap daruratpun lansung disalurkan kepada masyarakat korban banjir. Apalagi banyak masyarakat kehilangan tempat tinggal dan harta benda. “Intansi terkait langsung turun memberikan bantuan. Tenda darurat juga sudah didirikan, untuk membantu masyarakat,” kata Cik Ujang.

Sementara itu, Dinas PUPR Kabupaten Lahat telah berkoordinasi dengan Dinas PU Sumsel dan Balai Besar, atas kerusakan jembatan di Desa Pengentakan. “Warga Lima Desa harus mutar ke Muara Enim dulu. Kami sudah koordinasi dengan Provinsi dan balai besar, untuk membuat jembatan sementara,” kata Kepala Dinas PUPR Kabupaten Lahat, Mirza Azhari. (her18)

Previous Banjir Besar Akan Terjadi Di Tahun 2020
Next Joncik Salurkan Pinjaman Tanpa Bunga