Dinding Pengaman Lematang Disorot


Foto : Dok/Pagaralam Pos DITABRAK : Salahsatu titik dinding penahan di tepi jalan Pagaralam-Lahat kawasan Liku Lematang Indah rusak berat. Foto diabadikan pada 24 Desember lalu

PAGARALAM POS, Pagaralam – Mantan Kabareskrim Polri Komjen (Pol) Susno Duadji menyorot ambruknya dinding pengaman di kawasan Liku Lematang Indah. Susno menilai, ambruknya dinding ini menandakan bahwa pembangunannya tak sesuai standar. “Pondasi dinding pengaman itu tidak dalam. Semen yang digunakan tak kental. Dinding pengaman itu juga tak memiliki rangka beton,” ujar Susno kepada Pagaralam Pos kemarin.

Susno berpandangan, ini aneh. Sebab pembangunan dinding ini adalah proyek Pemerintah Pusat lantaran lokasinya di jalan negara. Adapun Kementerian, Susno bilang, biasanya membangun dengan standar maksimal, karena ini menyangkut keselamatan jiwa manusia.




Dinding pengaman itu memang ambruk setelah ditabrak bus Sriwijaya pada Senin malam 23 Desember lalu. Bus ini lalu terjun jurang dengan kedalaman lebih dari 70 meter. Sebanyak 35 penumpang tewas dan 13 orang lainnya mengalami luka berat.

Karena itu, Susno melanjutkan, ada dua kemungkinan yang menyebabkan dinding pengaman itu mudah ambruk. Pertama disebutkannya, karena faktor perencanaan. Kedua faktor pelaksanaan. “Pondasi tidak dalam, batunya batu bujang. Semen kayak gitu, tanpa tulang. Berarti perencananaan yang nggak beres,” ujarnya. Sebaliknya, kalau bangunan tidak sesuai bestek, berarti yang tidak beres adalah pelaksananya. (pid11)

Previous Sebelum Digorok, Korban Dipukul hingga Pingsan
Next Tambah Bus Sekolah