Deka: Semua Petugas Sedang Bekerja


Foto: Pidi/Pagaralam Pos PERIKSA: Petugas Polsek Dempo Utara memeriksa Efran (44), warga dusun Cawang Lama yang pertamakali menemukan jenazah Hus di tepi Sungai Cawang.
Foto: Pidi/Pagaralam Pos PERIKSA: Petugas Polsek Dempo Utara memeriksa Efran (44), warga dusun Cawang Lama yang pertamakali menemukan jenazah Hus di tepi Sungai Cawang.

PAGARALAM POS, Pagaralam – Kasus pembunuhan terhadap seorang biduan bernama Husmawati, alias Hus (35) masih menimbulkan tanda tanya. Diantaranya tentang siapa pelaku pembunuhan yang mengakibatkan Korban tewas dengan cara mengenaskan itu. Juga apakah Hus dianiaya hingga tewas di tepi Sungai Cawang? Atau Hus dibunuh di tempat lain lalu dibuang ke tepi Sungai Cawang?

Menanggapi hal ini, Kapolres Pagaralam, AKBP Hendra Gunawan SIk MSi, melalui Kapolsek Dempo Utara, melalui Kanit Reskrim, Brigpol Deka Saputra SE MSi menyatakan, pihaknya belum bisa memastikannya. “Itulah masalahnya. Tidak ada orang yang melihat saat kejadian pembunuhan sedang berlangsung,” jawab Deka, ditemui Pagaralam Pos di Mapolsek Dempo Utara, kemarin (6/12). “Untuk saat ini baru ada saksi yang melihat saat korban sudah dalam keadaan meninggal. Jadi kita belum tahu, apakah korban dibunuh di sana atau di tempat lain,” tambahnya.

Soal pelaku diakui Deka, ada beberapa versi yang beredar. Saat ditanya apakah versi tersebut berkaitan dengan seseorang yang menjemput korban Hus dari kos-kosannya saat hari kejadian, Deka tidak membantah atau menampiknya. Deka hanya menegaskan, bahwa pihaknya saat ini sedang bekerja keras. “Jadi semua petugas sedang bekerja. Bukan hanya di sini (Polsek Dempo Utara), Polsek-Polsek lain juga begitu,” katanya. Dia berjanji akan memberikan informasi mengenai perkembangan kasus pembunuhan itu.

Kemarin (6/12), Mapolsek Dempo Utara kedatangan beberapa orang saksi. Diantaranya Efran (44), warga Dusun Cawang Lama. Dia adalah orang yang pertamakali menemukan tubuh Hus. Oleh petugas, Efran dicecar berbagai pertanyaan. Jawaban Efran sama saja saat berada di tempat kejadian perkara (TKP). “Saya hanya menemukan. Tahu-tahu Korban sudah ada di sana dalam kondisi meninggal dunia,” ucap Efran.

Selain Efran, juga didatangkan dua saksi. Yakni Dewi (30) dan Yesi (27). Dua orang ini diketahui adalah teman dari korban Hus. Dewi berdomisili di Mekar Alam, Kecamatan Pagaralam Utara, sedangkan Yesi tinggal di Tebat Baru Ilir. Sebelumnya, kedua orang ini menjalani pemeriksaan di Mapolsek Pagaralam Utara. Tiba di Mapolsek Dempo Utara sekitar pukul 13.00 WIB, kedua wanita ini nampak tenang. (11/CE-V)

 

Previous Biduan Digorok, Bujangan Gantung Diri
Next Potensi Wisata Belum Didukung Prasarana