Cik Ujang : Saya Tidak Mau Bermusuhan


Foto : Heru/Pagaralam Pos
BINCANGI : Bupati Lahat, Cik Ujang SH didampingi Wakil Bupati Lahat, H Haryanto SE MM MBA saat diwawancarai, Senin (21/9).

*Soal Ijazah Tidak Sah
PAGARALAM POS, Lahat
– Terkait persoalan surat dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, yang sempat jadi kabar tidak sedap bagi Bupati Lahat, Cik Ujang SH beberapa hari terakhir, rupanya tidak membuat Cik Ujang menjadi sosok arogan. Cik Ujang bahkan berjiwa kesatria, memaafkan pelaku penyebaran
selebaran tersebut.

Menurut Cik Ujang, surat perihal jawaban permohonan informasi terkait dugaan ijazah palsu atas nama dirinya, yang beredar di pesan whatsapp dan media sosial, itu ibarat lagu lama kaset baru, alias permasalahan lama yang dicuatkan kembali. “Terkait surat itu, siapapun yang menyebarkannya pertama kali, saya tidak ada gugatan. Biarkanlah, saya tidak ingin bermusuhan sama siapapun,” kata Cik Ujang, dibincangi media ini di Pendopoan Rumdis Bupati Lahat, Senin (21/9).

Cik Ujang menjelaskan, untuk mendapatkan ijazah tersebut dirinya melakukan pendaftaran, berkuliah, dan diwisuda di Universitas Sjakhyakirti. Apabila ada pihak yang belum puas, silahkan tanyakan langsung di Universitas terkait. Bahkan Mabes Polri, Universitas Sjakhyakirti, juga pernah ke Lahat terkait persoalan itu. “Soal itu, sudah lama selesai. Mungkin ada seseorang yang tersinggung, atau kurang senang dengan saya, jadi mencari celah kesalahan. Tapi secara pribadi, siapapun itu orangnya, sudah saya maafkan,” jelasnya.

Surat dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi perihal jawaban permohonan informasi terkait dugaan ijazah palsu atas nama Cik Ujang itu, ditujukan ke Koordinator Forum Nasional Jurnalis Indonesia.

Dalam surat tersebut berisikan tiga poin penjelasan yakni, menjawab surat Nomor : 125/B/FNJI/III/2020 tanggal Maret 2020 perihal permohonan informasi penjelasan atas hasil verifikasi data akademik terkait dugaan Ijazah palsu atas nama Cik Ujang yang dikeluarkan Universitas Sjakhyakirti Palembang dengan ini kami sampaikan : 1. Mengikuti perkuliahan di Universitas Sjakhyakirti pada hari Sabtu s/d Minggu. 2. Sesuai dengan surat Direktur kelembagaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Nomo 595/D5.1/T/2007 tanggal 27 Februari 2007 perihal larangan “Kelas Jauh” yang didalam surat tersebut melarang penyelenggara pendidikan model “kelas jauh” Sabtu – Minggu dan menerapkan bahwa ijazah yang dikeluarkan tidak sah dan tidak dapat digunakan terhadap pengangkatan maupun pembinaan jenjang karir/penyetaraan bagi pegawai negeri. 3. Angka 1 (satu) dan 2 (dua) diatas sebelumya telah kami sampaikan ke Badan Reserse Kriminal Polri, Direktorat Tindak Pidaba Umum pada saat kami dimintakan informasi terkait proses pembelajaran a.n Cik Ujang. Surat tersebut ditanda tangani oleh Direktur Pembelajaran Dan Kemahasiswaan Aris, Junaidi. (her18)

Previous Bentuk Tim Saber DBD
Next 8 Orang KPU Muratara Positif Covid – 19