Buncis dan Kacang Panjang Masih Mahal


Foto : Madhon/Pagaralam Pos HARGA TINGGI: Sejumlah harga kebutuhan sayur mayur di Kota Pagaralam, terutama buncis dan kacang panjang hingga kini masih cukup tinggi.
Foto : Madhon/Pagaralam Pos
HARGA TINGGI: Sejumlah harga kebutuhan sayur mayur di Kota Pagaralam, terutama buncis dan kacang panjang hingga kini masih cukup tinggi.

PAGARALAM POS, Pagaralam – Harga komoditas sayuran di beberapa pasar tradisional Kota Pagaralam mengalami kenaikan. Beberapa jenis sayuran seperti kacang panjang dan buncis. Harganya, masih mahal walaupun lebaran sudah lama berakhir.

Seperti pantauan Pagaralam Pos di Pasar Terminal Nendagung, Kelurahan Nendagung, Kecamatan Pagaralam Selatan, Senin (15/8), harga kedua sayuran ini, cukup naik signifikan dari harga sebelumnya, harga kacang panjang Rp10 ribu per kilogram, padahal normalnya di harga Rp6 ribu per kilogram. “Dan buncis saat ini, harga jualnya dipasaran mencapai Rp12 ribu per kilogram, jika di banding dengan harga sebelumnya, yang hanya menyentuh di harga Rp8 ribu per kilogram,” ujar Mbah Siwo (50), pedagang sayur di pasar Terminal Nendagung, kemarin.

Diakui Mbah Siwo, dirinya merasa heran dengan kenaikan harga sayuran ini, karena jika usai lebaran biasanya harga sayuran normal, tapi sekarang justru sebaliknya, yakni mengalami kenaikan harga. “Kita menduga jika kenaikan harga dua jenis sayuran ini, mengingat sekarang tengah musim panen kopi, jadi petani yang sebelumnya menanam sayur-mayur, saat memasuki masa panen kopi, kemungkinan mengesampingkan dahulu panen sayur, serta lebih memilih untuk panen kopi, sehingga berdampak dengan harga jual sayuran ini dipasaran,” kata Mbah Siwo berpendapat.

Pedagang lainnya, Gunawan, mengeluhkan tingginya kedua harga sayuran tersebut. Lantaran mahal, dirinya hanya melayani pesanan kacang panjang dan buncis dari pelanggan saja. “Saya punya pelanggan, seperti pemiliki rumah makan dan kantin,” ucapnya. (09)

#baca berita selanjutnya….terbit 16 agustus 2016#

Previous Refleksi Keberhasilan Perjuangan
Next IHT, Upaya Meningkatkan Mutu Guru