BPBD Petakan Daerah Rawan Bencana


Foto: Pidi/Pagaralam Pos Herawadi  SSos
Foto: Pidi/Pagaralam Pos
Herawadi SSos

PAGARALAM POS, Pagaralam – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pagaralam telah memetakan daerah ataupun kawasan rawan bencana. Mayoritas kelurahan yang ada di lima kecamatan di Kota Pagaralam tercatat termasuk ke dalam daerah rawan bencana tersebut.

“Masing-masing wilayah memiliki tingkat kerawanan terhadap terjadinya bencana. Namun antara kawasan satu dengan yang lainnya tentunya berbeda-beda tingkat kerawanannya itu,” ungkap Kepala BPBD Kota Pagaralam, Herawadi SSos, didampingi Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan Densi dan Kasie Welly, ditemui kemarin (7/4).

Berdasarkan catatan BPBD, untuk Kecamatan Pagaralam Utara dari 10 Kelurahan, ada 5 Kelurahan yang masuk ke dalam daerah rawan bencana. Yakni, kelurahan Pagaralam rawan terkena dampak bencana gunung merapi, Alun Dua rawan terjadi bencana banjir. Kemudian, Kelurahan Beringin Jaya rawan bencana gempa bumi, Kelurahan Sukorejo rawan bencana longsor, serta Kelurahan Kuripan Babas rawan bencana kebakaran rumah penduduk.

Sementara, dari 8 Kelurahan di Kecamatan Pagaralam Selatan, juga ada 5 Kelurahan yang masuk ke dalam daerah rawan bencana. Yakni Nendagung, rawan terkena dampak bencana gunung berapi. Kelurahan Sidorejo rawan bencana banjir, Besemah Serasan rawan bencana gempa bumi, Kelurahan Tumbak Ulas rawan bencana longsor dan Ulu Rurah rawan bencana kebakaran rumah penduduk.

Kecamatan Dempo Utara juga masuk ke dalam daerah rawan bencana. Masih berdasarkan catatan BPBD, seluruh wilayah ini rawan terkena dampak bencana gunung berapi. Sedangkan, bencana spesifik hanya ada 4 kelurahan yang rawan, yakni Pagar Wangi rawan bencana banjir, Rebah Tinggi rawan bencana gempa bumi, Bumi Agung rawan bencana longsor dan Agung Lawangan rawan bencana kebakaran rumah penduduk.

Kecamatan Dempo Tengah masuk dalam wilayah yang rawan bencana alam berupa banjir. Masing-masing Kelurahan juga masuk daerah rawan bencana spesifik yakni Karang Dalo berupa banjir, Padang Temu berupa gempa bumi, Jokoh angin putting beliung dan Candi Jaya rawan kebakaran hutan. Sama dengan Dempo Tengah, seluruh wilayah Kecamatan Dempo Selatan termasuk ke dalam daerah rawan bencana banjir. Sedangkan untuk bencana spesifik per kelurahan berbeda-beda. Misalnya saja Kelurahan Prahu Dipo, rawan bencana longsor, Lubuk Buntak rawan bencana gempa bumi, Atung Bungsu Angin Puting Beliung dan Kance Diwe kebakaran hutan.

*DAS tak Boleh Dibangun Pemukiman

Menyikapi terjadinya longsor yang terjadi secara beruntun di beberapa wilayah Kota Pagaralam, BPBD menyebut, bahwa ada banyak faktor yang menyebabkan terjadi longsor tersebut. “Yang pertama karena faktor intensitas hujan yang tinggi. Kemudian, minimnya kayu penyangga, serta daerah aliran sungai (DAS) sudah banyak yang berubah,” bebernya.

Khusus untuk kawasan yang masuk ke dalam DAS, tidak boleh diubah menjadi pemukiman. “Faktanya seperti di kawasan Antan Delapan, itu yang sejatinya adalah DAS kini telah berubah menjadi pekiman penduduk dan tempat usaha. Harusnya DAS harus dijaga dan dilestarikan,” tegasnya.

Lebih lanjut ia mengungkapkan, untuk melakukan DAS sebagaimana mestinya, maka satu-satunya langkah yang bisa ditempuh adalah dengan melakukan relokasi penduduk. Namun, sebelumnya, ditekankannya, relokasi harus dilakukan dengan disertai solusi bagi warga. “Kalau untuk relokasi bisa dilakukan. Namun yang harus didahulukan adalah lahan baru bagi warga harus disiapkan,” ucapnya.

Disamping itu ditambahkannya, dalam hal terjadinya bencana, BPBD selalu melakukan upaya penanggulangan langsung di lapangan. Seluruh personil dan alat berat juga diterjukan ke lokasi terjadinya bencana. Sementara, untuk masalah pemberian bantuan, BPBD menyerahkannya kepada dinas terkait lainnya seperti Dinsos Pagaralam. “Kalau penanggulangan kita selalu siap di manapun dan kapanpun,” pungkasnya. (11/CE-V)

Previous Banjir Bandang Masih Mengintai
Next Personil PAM Pileg Bergeser ke TPS