BKSDA : Tarik Semua Petani dari Hutlin


Foto : ilustrasi KELUAR DARI HUTAN LINDUNG : Masyarakat diimbau untuk sementara waktu untuk tidak berkebun di kawasan hutan lindung

PAGARALAM POS, Pagaralam – Bukit Tapak Tiga, tempat Yanto berkebun ‘mengusik’ perhatian petugas Kesatuan Pengelola Hutan (KPH) Dempo X Pagaralam. Dari data yang ada, diketahui Bukit Tapak Tiga merupakan kawasan hutan lindung (Hutlin). “Bukit Tapak Tiga masuk dalam kawasan Hutlin Gunung Patah,” ujar Kepala KPH Dempo X Pagaralam, Ardiansyah Fitri AP MSi, ditemui Pagaralam Pos di Dusun Tebat Benawa.

Menurut Ardi, lokasi berkebun itu sudah jauh masuk ke dalam kawasan Hutlin. Bahkan sudah melewati hutan adat. Maka, Ardi bilang tak aneh bila di sana terdapat harimau sumatera. Sebabnya, Hutlin merupakan habitat asli si raja rimba. Karena itu Ardi menyesalkan bila ada petani sampai masuk ke dalam dan merambah Hutlin tersebut. “Hutlin itu artinya dilindungi, ada undang-undangnya,” ucap Ardi. “Masuk saja tidak boleh, apalagi merambah jadi kebun,” tambah Kabid KPH Dempo X, Lonedi SHut.




Sementara itu, Kasie Konservasi BKSDA Lahat, Martialis Puspito menyampaikan, mestinya petani tak berkebun dalam Hutlin. “Itu rumahnya harimau. Harimau itu tidak akan menganggu, jika tidak diganggu,” ucapnya.

Karena berada di dalam Hutlin, Ito menambahkan, pihaknya tidak bisa serta merta mengusir harimau. Yang perlu dilakukan sebut Ito, petani yang berada di kawasan tersebut turun dan ke luar, atau menarik semua petani dari dalam Hutlin. (Atg06/Cg09/Ed10/Pid11/Do19/Dev12/Tom14)

Previous Ingatkan Masyarakat Tidak Berada di Habitat Harimau
Next Joncik Berangkatkan 40 Jamaah Umroh