BKSDA Diminta Giring Harimau ke Habitatnya


Foto : edo/Pagaralam Pos MENDAPAT PERAWATAN : Marta, warga di Dusun Tebat Benawa mendapat perawatan di RSD Besemah

PAGARALAM POS, Pagaralam – Konflik manusia dengan harimau terjadi di perkebunan kopi, Bukit Tapak Tiga Dusun Tebat Benawa, Kecamatan Dempo Selatan, kemarin (2/12). Peristiwa ini mendapat perhatian serius dari Walikota Pagaralam, Alpian Maskoni SH.

Kak Pian mengatakan, akan berkoordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA). Ini dilakukan untuk mencari solusi supaya konflik harimau dengan manusia tak terulang lagi. “Kita minta petugas BKSDA untuk menggiring kembali harimau itu ke habitatnya,” ujar Kak Pian, ketika dihubungi Pagaralam Pos tadi malam.




Kak Pian percaya dengan kapasitas petugas BKSDA yang sudah berpengalaman dalam melakukan penanggulangan konflik satwa liar dengan manusia. Ia mencontohkan dalam kasus Pulau Panas, Tanjung Sakti, BKSDA bisa menggiring kembali harimau ke dalam habitatnya. “Mereka punya cara dan alat untuk melakukan konservasi,” tutur Alpian.

Kepada petani yang berkebun di dalam kawasan hutan lindung (HL), Kak Pian mengimbau untuk sementara waktu untuk tidak melakukan aktivitas di sana. Ini untuk memudahkan petugas BKSDA untuk melakukan penggiringan harimau ke dalam habitatnya. Sementara untuk kawasan Tugu Rimau dan Kampung IV lanjutnya ada perlakuan khusus. Sebab dua lokasi ini sudah masuk dalam kawasan HL. Karenanya khusus untuk dua lokasi ini dilarang untuk melakukan camping.




Hutlin Rumah Harimau

Sementara itu, Kasie Konservasi BKSDA Lahat Martialis Puspito mengatakan, telah menerjunkan petugasnya ke lokasi. Ini dilakukan untuk memastikan kebenaran bahwa yang menyerang petani Dusun Tebat Benawa itu adalah harimau. “Kami tidak mau grusah-grusuh,” ujar Ito-sapaan Martialis Puspito-ketika dihubungi terpisah.

Pengecekan lanjut Ito, juga bertujuan untuk mengetahui lokasi penyerangan harimau. Bila ternyata lokasi yang disebut sebagai kebun itu adalah HL, maka memungkinkan ada pertemuan antara manusia dengan harimau. Sebabnya HL adalah habitatnya harimau. “Harimau itu tidak akan menganggu kalau tidak diganggu duluan,” ujarnya memberikan analogi. (Cg09/Ed10/Pid11/Do19/Dev12/Tom14)

Previous Dua Pemuda Berujung Jeruji Besi
Next Peluang Bentuk Taman Nasional Gunung Dempo