Bijaksana dan Miliki Jiwa Besar, LA Maafkan Penyebar Berita Hoax


Foto : Madhon/Pagaralam Pos
BERDAMAI : Calon Walikota Pagaralam Nomor Urut 5 Ludi Oliansyah dengan jiwa yang besar memaafkan kekhilafan Hengki, yang ditandai dengan pendatangan surat pernyataan.

PAGARALAM POS, Pagaralam – Mulutmu adalah harimaumu. Pepatah ini menjadi pelajaran penting bagi warganet yang sering latah dalam menggunakan Media Sosial (Medsos). Terlebih, ujaran ataupun kata-kata yang cenderung mengarah dan memperkeruh keadaan. Jangan hanya karena ketidaktahuan mengenai aturan, malah terjerat perkara hukum.




Ditengah gencarnya pihak Kepolisian Resort (Polres) Pagaralam melawan berita hoax dan ujaran kebencian, masih ada oknum melakukan praktik penyebaran ujaran kebencian, fitnah, pencemaran nama baik, pembunuhan karakter hingga perbuatan tak menyenangkan.




Ini pula yang menerpa Pasangan Calon (Paslon) Walikota dan Wakil Walikota Pagaralam Nomor Urut 5, Ludi Oliansyah ST – Drs H Achmad Fachri MSi, dengan isu berkembang di Medsos maupun di tengah masyarakat, dianggap sebagai calon uculan, hanya memecah suara Tanjung, pemborong jalang talang dan tidak berpengalaman di bidang kota.




Sontak ujaran kebencian yang dilontarkan Hengki Putrawan, warga Gunung Agung Lama, Kelurahan Bumi Agung, Kecamatan Dempo Utara melalui laman akun Facebook (FB) Srunting Srunting, dianggap merugikan dan melukai hati keluarga besar, tim relawan, simpatisan Ludi Oliansyah ST – H Achmad Fachri MSi.




Namun dengan jiwa besarnya, Ludi Oliansyah memaafkan kekhilafan dan kesalahan, yang telah dilakukan Hengki Putrawan, dengan harapan kedepan tidak akan mengulangi lagi perbuatan tersebut. Di hadapan keluarga besar Ludi Oliansyah – Achmad Fachri (LA), keluarga dan anggota Panwaslu Kota Pagaralam, Hengki secara lantang membacakan surat pernyataan permintaan maaf secara terbuka.

Insert : Isi surat permintaan maaf dari Hengki Putrawan

“Saya menyatakan permohonan maaf kepada Bapak Ludi Oliansyah sekeluarga besar, beserta seluruh tim relawan pemenangan Calon Walikota No.Urut 5, atas kejadian yang dilakukan oleh saya melalui Medsos akun FB, atas nama srunting-srunting mengakibatkan telah merugikan dan menyinggung dengan kata-kata tuduhan, bahwa Ludi Oliansyah uculan dan untuk memecah suara. Namun apa yang saya tuliskan di akun itu, murni dari pemikiran saya sendiri,” ujar Hengki.




Dari apa yang terjadi kata Hengki, dirinya mengakui kesalahan dan berjanji tidak akan mengulangi lagi. “Atas nama saya pribadi dan keluarga, saya meminta maaf dengan sebesar-besarnya. Dan memohon kesediannya Bapak Ludi Oliansyah sekeluarga besar, untuk dapat memaafkan kesalahan yang saya perbuat,” katanya.




Sementara itu, Ketua Panwas Kota Pagaralam Ikhwan Nofri SE menyatakan, pihaknya hanya melakukan mediasi dalam permasalahan ini. “Kita sangat mengapresiasi sekali, jiwa besar yang dimiliki Ludi Oliansyah, yang legowo memaafkan kesalahan, kekhilafan dan ketidaktahuan yang dilakukan Hengki dengan melukai hati keluarga besar Ludi Oliansyah,” katanya.




Selain itu, Ikhwan juga meminta kepada masyarakat, agar dapat mendukung Panwas Kota Pagaralam dalam mewujudkan Pilkada aman dan damai. “Kita berharap kejadian ini, tak akan terulang lagi di masa mendatang. Siapapun nanti terpilih, itu pemimpin kita masyarakat Kota Pagaralam,” pungkasnya.

Jangan Dibiarkan dan Sampai Terulang Lagi

Terpisah, beragam isu berkembang di tengah masyarakat, yang kerap menyudutkan dirinya, Calon Walikota Pagaralam Nomor Urut 5 Ludi Oliansyah ST merasa geram. Panitia Pengawas (Panwas) Kota Pagaralam pun diminta melakukan tindakan tegas, dalam menghalau black campaign (kampanye hitam, red) tersebut.




“Saya minta maaf kepada Panwas, bukan ingin menjahati orang lain, tapi saya ingin membantah isu yang berkembang di masyarakat, yang menyatakan Ludi Oliansyah sebagai Calon uculan,” ucapnya.




Berkembangnya isu itu kata Ludi, hampir di setiap sudut wilayah Pagaralam, bicarakan Ludi Oliansyah sebagai Calon uculan dan pemecah suara. “Dan isu-isu semacam ini, tolong agar bisa ditindaklanjuti Panwaslu, jangan terus berkembang di tengah masyarakat,” pintanya.




Ludi mencontohkan, selain isu Calon uculan, isu yang berkembang lainnya, ialah alat berat Ludi itu titipan salahsatu Calon, Ludi tidak tahu berterimakasih dan isu ini pun sudah sampai ke wilayah Kabupaten Lahat.




“Sungguh isu berkembang itu, sangat membunuh karakter saya, bahkan sudah sampai ke Kabupaten Lahat, bahkan sekarang pun tidak selesai dan terus menjalar. Untuk apa saya berkorban dalam perjuangan ini, semoga kedepan kejadian seperti ini tidak terulang lagi,” harapnya. (09)

Previous Mengidap Penyakit Aneh, Kondisi Zulkarnain Makin Memprihatinkan
Next Pengendara Cemas Melintas, Dinding Cadas 30 Meter Longsor Timbun Jalan Negara