Bentuk Komunitas Gemar Membaca Dan Mendongeng


Foto: Rendi/Pagaralam Pos GEMAR MEMBACA: Beberapa anak muda yang menamakan diri mereka dengan sebutan IJKV, saat melakukan Kegiatan Membaca dan Mendongeng di taman Ribang Kemambang kemarin.
Foto: Rendi/Pagaralam Pos
GEMAR MEMBACA: Beberapa anak muda yang menamakan diri mereka dengan sebutan IJKV, saat melakukan Kegiatan Membaca dan Mendongeng di taman Ribang Kemambang kemarin.

PAGARALAM POS, Lahat – Beberapa anak muda dari berbagai komunitas di lahat yang menamakan komunitas baru mereka ini dengan I’m Jeme Lahat, I’m volunteer (IJLV), melakukan kegiatan sosial untuk masyarakat, setidaknya ada 15 komunitas yang ikut serta dalam gerakan Gemar Membaca dan Gemar Mendongeng, kemarin.

Agung, dari komunitas Dylathers mengatakan, kegiatan yang menampung sumbangan buku, lalu diceritakan kepada anak-anak dan khalayak ramai ini, diharapkan bisa menginspirasi dalam belajar dan berbagi. “Kegiatan yang kita lakukan di Taman Wisata Ribang Kemambang ini awalnya sekelompok kecil menyumbangkan buku apa saja yang nantinya bermanfaat. Dan kita ingin kegiatan kita bisa terus berkembang, agar dapat menjadi wadah anak muda yang gemar membaca,” jelasnya.

Tambah Agung, tradisi tutur kita sudah ada sebetulnya, tapi sayangnya anak-anak muda tidak lagi menghidupkannya, kita coba selain menuturkan juga menuliskannya,” jelasnya.

Sementara itu, Syeikh dari Komunitas Dekbie mengatakan sangat mendukung kegiatan ini, karena kegaiatan ini sangat baik bagi anak muda yang gemar membaca, selain membaca di sini juga kita bisa saling tukar pikiran.

“Kalau kita, ingin buku-buku ini lebih bermanfaat lagi. Kita ke sekolah-sekolah, terutama  SD untuk memperkenalkannya pada mereka gemar membaca dan mendongeng,” ungkapnya.

Tambah Syeikh, bahwa semua teman bisa menyatukan visi dan misi pada semua pihak yang ada. Lahat punya 360 Desa, punya banyak cerita. “Dengan menghidupkan cerita rakyat yang ada, sama saja kita menelusuri sejarah masa silam dan kearifan lokal kita. Kalau bukan kita, anak muda yang bangga dan menularkannya, warisan sastra tutur akan habis,” tegasnya. (mg21/CE-V)

Previous Kapolres: Giat Belajar Demi Menggapai Cita-Cita
Next Plt Bupati ‘Endus’ Ada Mafia Obat di RSUD