Belum Terdeteksi HotSpot


Foto : ist PATROLI : Personel KPH Dempo X melakukan patroli hutan beberapa waktu lalu

PAGARALAM POS, Pagaralam – Kendati beberapa bulan belakangan curah hujan jarang terjadi, pihak Kesatuan Pengawasan Hutan (KPH) Dempo X tetap melakukan pengawasan hutan. Kondisi ini berpotensi pembukaan lahan, berujung terjadinya hotspot atau titik api. “Hingga saat ini, untuk hotspot atau titik api akibat kebakaran hutan atau lahan belun terekam terjadi di wilayah Kota Pagaralam,” ujar Plh KPH X Dempo Pagaralam, Agus Budiman Shut melalui Kasi Rehabilitasi Hutan Lindung, Lonedi Shut.
Kendati demikian tegasnya, wilayah kawasan dan hutan tetap dilakukan pengawasan. Terekamnya titik api sebut Lonedi jika adanya pembakaran hutan atau lahan. Dia menegaskan, hal ini dilakukan biasanya dengan cara dibakar. “Namun sejauh ini belum terdeteksi. Jika ada dilaporkan oleh Dinas Kehutanan Provinsi Sumsel untuk ditindaklanjuti,” katanya.
Untuk diketahui, beberapa lokasi rawan kebakaran hutan dan lahan seperti terdapat di kawasan Kecamatan Dempo Selatan. Seperti di daerah Dusun Mingkik, Kelurahan Atung Bungsu dan kawasan Lematang termasuk di hutan yang ada di Meringang. Sebab, kawasan hutan dan lahan tersebut beberapa tahun sebelumnya memang kerap tejadi kebakaran hutan. Salahsatunya pemicunya, diduga akibat pembukaan lahan untuk dijadikan areal perkebunan.
Sebagai upaya pencegahan, personel KPH Dempo X melakukan giat patrol hutan awasi kerusakan di hutan lindung. Diantaranya dilakukan di kawasan Tebat Benawa, Kelurahan Penjalang, Kecamatan Dempo Selatan. “Pengawasan dengan patroli ini rutin dilakukan secara berkala, bahkan personel bersama anggota Polhut diharuskan bermalam dikarenakan jauhnya trek yang harus dijelajahi. Langkah persuasif lainnya melakukan sosialisai kepada masyarakat tidak hanya mengenai dampak kerusakan juga sanksi hukum jika merambah hutan,” ucapnya. (Atg06)

Previous 17 Agustus, Merah Putih Berkibar di Puncak Dempo
Next Gencarkan Edukasi Covid !