Belum Ada Solusi, Jalan Protokol Terendam


Foto: ist/Pagaralam Pos
Banjir: Pengendara motor terjebak di lokasi banjir di kawasan Jl Trip Yunus, kemarin.

PAGARALAM POS, Pagaralam – Sejumlah titik jalan protokol yang ada di kawasan kota ironisnya kerap banjir, sehingga membuat repot sejumlah warga. Betapa tidak, diguyur hujan sebentar saja, genangan air terlihat hingga selutut kaki orang dewasa.




Pemandangan jalan utama yang menjadi urat nadi transportasi warga terendam ini, kerap terjadi. Kondisi demikian menjadikan polemik, dan penanganannya dinilai belum ada solusi. Oleh Karenanya, perlu adanya perhatian serius pemerintah kota melalui sejumlah Satker yang terkait.




Seperti yang diungkapkan, Zul (25). Warga di lokasi banjir ini, menyayangkan kejadian banjir pasti saja terjadi pascahujan. Bahkan air dari saluran drainase juga meluap hingga membanjiri badan jalan. Seperti hari ini (kemarin, red) yang terlihat di kawasan Jalan Trip Yunus, hujan sekitar pukul 13.30 WIB jalannya banjir. Demikian uga di sepanjang jalan Gunung, mulai Swakarya hingga Simpang Empat Nendagung.




“Ini mungkin saja saluran drainasenya kecil atau sudah dangkal. Meluapnya air dari saluran drainase ini mungkin juga salurannya tersumbat oleh sampah,” ulasnya.




Diharapkan, pemerintah melalui Satker untuk segera melakukan upaya mengatasi banjir, tak hanya di daerah tempat tinggal di satu daerah, namun juga di daerah lainnya juga cukup banyak ditemui. “Hujan adalah berkah. Hanya saja, jika banjir ini dibiarkan berlarut-larut tentunya tak ada solusi, bahkan menghambat aktivitas warga, juga berdampak buruk terhadap kesehatan,” pintanya.




Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Tata Ruang Kota Pagaralam, Hariadi Razak ST, melalui Kabid Bina Marga, Adriansyah ST MM mengatakan, dirinya tak menampik, pemandangan badan jalan terendam air di sejumlah lokasi memang sering terlihat pascahujan deras.




“Sejumlah titik lokasi jalan yang terendam ini sudah dilakukan pengecekan. Sekitar 10 titik lokasi. Namun upaya kita akan dilakukan penanganan dengan pelebaran dan pendalaman drainase, untuk mengatasi agar jalan tak lagi terendam. Namun secara bertahap. Di tahun ini, di tiga titik, seperti di sepanjang Jalan Gunung, Depan Bank Sumsel, depan SMA Negeri 1,” katanya.




Lanjut dia, luapan air juga akibat sampah yang menyumbat saluran drainase. “Selain membenahi drainase, juga melakukan pemasangan trush boom (jaring sampah, red) per jarak 100 meter,” pungkasnya. (06/CE-V)

Previous Perhatian Diwujudkan Dengan Politik Anggaran
Next Ambil Biaya Diancam Kurungan Penjara