Belasan Guru Honor SLB Mogok Ngajar


PAGARALAM POS, Pagaralam – Lantaran honor selama 6 bulan belum dibayar, sedikitnya 18 guru honor di Sekolah Luar Biasa (SLB) Kota Pagaralam mogok mengajar.

Pantauan Pagaralam Pos, imbas aksi mogok yang dilakukan, kemarin (20/12), terlihat tidak ada satupun guru honor yang datang ke sekolah untuk mengajar siswa berkebutuhan khusus ini. Kegiatan belajar mengajar (KBM) sempat membuat keteteran pihak sekolah. Sebab, kegiatan belajar hanya dilakukan oleh 4 guru PNS yang memberikan pelajaran.

Kepala SLB Negeri Kota Pagaralam Suryati Marusin SPd mengatakan, penyebab guru honor mogok mengajar, lantaran mereka mempertanyakan mengapa honor selama 6 bulan belum dibayar. “Mogoknya guru honor, karena honornya selama 6 bulan, terhitung Juli – Desember 2013 belum cair. Tiap bulannya mereka menerima Rp.750 ribu. Mungkin inilah mengapa mereka mogok ngajar. Sebelumnya, guru honor kami beberapakali menanyakan masalah honor kepada Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) dan Kantor Keuangan, katanya masih dalam proses. Namun hingga penghujung Desember ini, belum juga ada tanda-tanda akan dicairkan,” jelasnya seraya mengatakan, untuk saat ini jumlah murid SD sebanyak 82 orang dan 15 murid SMP.

Pihaknya diakui Suryati sempat kewalahan, sehingga untuk KBM terpaksa siswa SD digabung menjadi satu ruang belajar, karena kekurangan tenaga pengajar, karena tidak ada guru honor yang masuk.

Sementara katanya, untuk gaji guru honor di kabupaten/kota lain sudah cair dan telah dibayarkan 6 bulan sekaligus pada awal November lalu. Namun mengapa di Kota Pagaralam belum, sehingga guru honor bingung. Yang jelas mereka sangat mengharapkan hak mereka segera dibayar. “Kita masih menunggu pencairan honor, serta diharapkan kepada pihak terkait untuk mengecek dan memperhatikan keluhan dari dewan guru honor ini,” pintanya.

Menanggapi kondisi yang ada, Kadisdikpora Kota Pagaralam Drs. H. Syafrani membenarkan, bahwasanya gaji guru honor di SLB saat ini belum cair. Dia mengklaim, belum cairnya honor tersebut dikarenakan pihak Disdikpora baru mengetahui bahwa anggaran dari pihak Provinsi baru masuk ke Kasda di November lalu. Sehingga, saat ini masih dalam proses pencairan. Sebelumnya sudah mengajukan SPM (surat perintah membayar) untuk pencairan ke Dinas Pengelolaan Pendapatan Keuangan dan Aset (DPPKA).

“Keterlambatan pencairan ini bukan dikarenakan adanya unsur kesengajaan dari dinas, namun anggaran tersebut baru masuk ke Kasda pada November, sehingga saat ini masih dalam proses. Jika tidak ada halangan, Senin tanggal 23 Desember nanti bisa dicairkan, sekaligus dengan operasional sekolah selama 6 bulan,” jawab Safran seraya mengatakan kepada guru honor SLB untuk sedikit bersabar. (10/06/CE-V)

Previous Periksa Kesiapan PAM Natal dan Tahun Baru
Next Efek Tidur Kenakan Bra