Bekerjasama Melacak Eks Gafatar


Foto: Ariel/LAPOS/jpnn RAPAT: Pihak kemenag Lahat saat melakukan rapat bersama.
Foto: Ariel/LAPOS/jpnn
RAPAT: Pihak kemenag Lahat saat melakukan rapat bersama.

PAGARALAM POS, Lahat – Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Lahat, bersama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI), NU, Muhamamdiyah, dan Pemda Lahat akan bekerjasama melacak eks Gafatar asal Kabupaten Lahat. Hal inilah yang dikatakan oleh Kemenag Lahat, Drs H Saidi HZ SH di sela-sela melakukan rapat bersama di ruang kerjanya.

Dirinya mengatakan, bahwa Kanwil Kemenag Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) sudah memerintahkan ke Kemenag Lahat untuk melacak keberadaan eks Gafatar yang berada di Kabupaten Lahat. “Memang benar, kita disuruh oleh Kanwil Kemenag Provinsi Sumsel untuk melacak keberadaan eks Gafata, terutama asal Kabupaten Lahat. Namun kita sangat kesulitan untuk melacak keberadaannya. Apakah Kabupaten Lahat ini ada pengikut Gafatar atau tidak ada. Meskipun tidak ada, kita tetap bekerjasama dengan semuanya, terutama dari Pemda dan Polres Lahat untuk melacak keberadaan eks Gafatar,” katanya.

H Saidi mengatakan, belum lama ini Pemerintah RI telah memulangkan pengikut eks Gafatar secara besar-besaran di wilayah asalnya masing-masing. “Kebanyakan anggota eks Gafatar ini banyak yang berasal dari Jawa, seperti Jawa Timur dan Jawa Tengah. Namun tidak hanya wilayah Jawa saja, ada juga yang berasal dari Sumsel. Namun kita tetap mengimbau kepada masyarakat Kabupaten Lahat, di mana yang namanya Gafatar ini merupakan organisasi terlarang yang sudah dilarang pemerintah,” ungkapnya.

Di tempat yang sama, Ketua MUI Kabupaten Lahat, Drs KH Zulkiah A Kohar mengatakan, pengikut anggota eks Gafatar ini merupakan orang-orang yang terpelajar. “Ya, ini organisasi yang dilarang keberadaannya, meskipun kegiatan mereka ini hanya bertani, bersosial, namun tidak memperbolehkan anggotanya untuk shalat dan puasa. Dan jelas Gafatar ini adalah menyesatkan,” ungkapnya. (33/jpnn/CE-V)

 

Previous Sebagian Besar Tower di Lahat Nunggak PBB
Next Perihal Mutasi, Sekda Dipanggil KASN