Beginilah Cara LD, Korek Masalah Perekonomian di Pagaralam


Foto: Madhon/Pagaralam Pos
SALURKAN KUR: Secara simbolis Komisaris sekaligus Ketua AMPERA Berkah, Ludi Oliansyah salurkan pinjaman dana KUR kepada debitur lolos seleksi, kemarin.

PAGARALAM POS, Pagaralam – Di awal September usai hari raya Idul Adha 1438 H, Aliansi Pelaku Ekonomi Kerakyatan (AMPERA) Berkah Kota Pagaralam kembali menyalurkan dana pinjaman bergulir Kredit Usaha Rakyat (KUR) tanpa agunan kepada para debitur, yang telah lolos dalam serangkaian tahap uji seleksi kelengkapan administrasi.




Kali ini giliran 9 pelaku usaha di Kota Pagaralam menerima secara simbolis pinjaman dana KUR, yang diserahkan secara langsung Komisaris sekaligus Ketua AMPERA Berkah Kota Pagaralam, Ludi Oliansyah ST, bertempat di Sekretariat AMPERA Berkah, beralamat di Jl R Soeprapto No.68 Kelurahan Nendagung, Kecamatan Pagaralam Selatan. “Ini adalah cara yang bisa saya lakukan, bagaimana bisa berbuat dari pengalaman yang telah diperoleh ada orang percaya. Maka saya mengajak masyarakat, mari kita membangun bersama, baik petani, pedagang maupun pengerajin, inilah caranya,” ujar Ludi memberi suntikan motivasi ke para debitur.




Karena pinjaman dana KUR macet, yang tidak memiliki jaminan, kata Ludi, dirinya selaku bapak angkat membuat sistem tersendiri, dengan mewajibkan para debitur menabung hingga uang pinjaman KUR benar-benar hak peminjam, tidak ada istilah ‘dimakan’ AMPERA Berkah. “Pinjaman Rp25 juta, tabungan Rp5 juta dan angsuran itu diberi waktu 6 bulan untuk pelaku usaha berusaha. Jadi, masuk bulan ke-7 baru mulai mengangsur. Artinya, debitur tidak memikirkan angsuran selama 6 bulan,” sebutnya.




Pemahaman yang seperti ini, terang Ludi, terkadang sangat sulit diterima kalangan bawah, bahkan belum sebelum katanya sudah dipotong? Padahal, dari pengurus hanya mengambil administrasi, meliputi biaya survei dan ditambah biaya iuran keanggotaan. Untuk nantinya setiap debitur akan dibuatkan kartu. “Inshaa allah, ini ke depannya bisa lebih bermanfaat bagi kita bersama-sama yang telah memakai pinjaman dana KUR. Untuk KUR sendiri, selama ini telah berjalan lewat bank-bank pelat merah, tapi masih didampingi lagi dengan jaminan. Setelah itu masa bodoh, begitu uang diterima debitur, bila terdapat kendala ada sanksinya,” jelas Ludi.




Nah, dalam penyaluran dana KUR AMPERA Berkah, tambah Ludi, tentu sangatlah berbeda. Karena dirinya berpikir, kalau untuk pedagang kaki lima bagaimana pedagang ini tertata lebih baik ke depan, karena dari sinilah bisa dikorek permasalahan yang ada di Pagaralam, terutama masalah perekonomian itu sendiri. “Kita memberi pancingan dana KUR itu untuk bisa diputar kembali. Makanya kita pun melakukan survei apakah benar ada usaha yang dijalankan debitur. Harapan saya, para debitur ini dapat menjadi promotor. Sampaikan ke masyarakat yang belum mengerti, bahwa dana KUR bermanfaat bagi pelaku usaha sebagai modal dalam mengembangkan usaha,” tandasnya.




Sementara itu, Chandra salah seorang debitur penerima pinjaman dana KUR, mengaku senang bisa menerima pinjaman dana KUR sebagai modal pengembangan usahanya di bidang elektronik. “Saya membuka sebuah counter hp di wilayah Tanjung Agung, jadi modal pinjaman ini akan digunakan untuk pengembangan usaha. Semoga pinjaman diberikan bisa membawa manfaat,” harapnya. (Adv/CE-V)

Previous Percuma Bae Berkeramik, Pasar Rakyat BM II Becek Penuh Tanah Merah
Next Anggota Dewan Bakal Terima Tunjangan Transportasi