Begini Cara Henky Solihin, Mengatasi Istilah Ujung Tahun di Pagaralam


Foto: Madhon/Pagaralam Pos
KEMBALIKAN BERKAS: Henky Solihin dan Agus Effendi beserta tim, mendatangi Sekretariat Partai Gokar, PKPI, Hanura dan NasDem, mengembalikan berkas pendaftaran Balon Walikota Pagaralam di Pilkada 2018 mendatang.

PAGARALAM POS, Pagaralam – Konsultan Kekayaan Intelektual Henky Solihin MZ SH MH terus menunjukkan keseriusannya, untuk mencalonkan diri sebagai Balon Walikota Pagaralam 2018. Keseriusan ini dibuktikan Henky, dengan mengembalikan berkas formulir pendaftaran di sekreatriat Partai Golkar, Hanura, PKPI dan PBB, Sabtu (15/7).




“Hampir semua partai, yang membuka penjaringan Balon Walikota dan Wakil Walikota Pagaralam periode 2018-2023, saya mengambil berkas formulir pendaftaran Balon Walikota Pagaralam, kecuali Partai Keadilan Sosial (PKS), termasuk di Partai Amanat Nasional (PAN) tapi mungkin hanya terlambat waktu, begitu pula di Gerindra, namun terlambat mengembalikan. Sisanya, partai yang lain-lain sesuai dengan prosedur,” terang Henky, saat dibincangi wartawan koran ini.




Untuk pengembalian berkas pendaftaran Balon sendiri, kata Henky, antara lain di Partai PDI Perjungan, NasDem, Demokrat, PPP, termasuk juga pada Sabtu (15/7) lalu, pengembalian berkas di Partai Golkar, PKPI dan PBB. “Kebetulan dalam pengembalian berkas, saya ditemani saudara Agus Effendi HN APt, yang sama-sama mengembalikan berkas,” katanya.




Ditanya mengenai alasan dirinya, mencalonkan diri sebagai Balon Walikota Pagaralam di Pilkada 2018, dijelaskan Henky, semua itu tidaklah terlepas dari kajian-kajian, berawal dari adanya perkumpulan Jeme Besemah di Bandung di kantornya, yang menanyakan bagaimana di Kota Pagaralam ini selalu ujung tahun. “Ini awal ceritanya, jadi siapa yang bisa menyelesaikan masalah ujung tahun. Itulah yang akan kami dukung,” tutur Henky, menirukan ucapan keinginan dan harapan masyarakat Pagaralam, berada di Bandung.




Menjawab keinginan masyarakat tersebut, sambung Henky, dirinya lalu memberikan penjelasan yang mendetail. Hal ini tentu saja, sesuai dengan bidang yang digelutinya. “Karena saya ini dipercaya sebagai Konsultan Hak Intelektual. Tentunya, bidang merk indikasi geografis, banyak hal saya pelajari dari permasalahan disini,” ungkapnya.




Henky menambahkan, penyebab adanya istilah ujung tahun di Kota Pagaralam, karena pendapatan utama Pagaralam adalah kopi, masih belum begitu maksimal, yang panen hanya 1 tahun sekali. “Kalau kita lihat peninggalan zaman kolonial Belanda. Sisanya, hanya Pagaralam yang panen kopi 1 tahun sekali. Karena itu, bila kita studi ke beberapa daerah. Contohnya, yaitu daerah Danau Toba itu, dalam 1 tahun sudah 2 kali panen kopi, karena masyarakat disini sudah riset teknologi. Makanya, sudah saatnya Pagaralam menggunakan riset teknologi kopi ini,” tandasnya. (09)

Previous 89 CJH Asal Pagaralam Masuk dalam Kategori Risti
Next Ratusan Pendukung Hadiri Deklarasi Pencalonan 'Kak Ludi' di Selibar