Banyak Catin Minta Jadwal Nikah Dimajukan


Foto: Ist/Pagaralam Pos
NIKAH DI KUA: Pelaksanaan akad nikah di KUA Pagaralam Selatan, tetap mengacu pada Prokes Covid-19.

PAGARALAM POS, Pagaralam – Berdasarkan kesepakatan bersama Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kota Pagaralam, dengan Forkopimda dan unsur organisasi keagamaan nomor : 5/Satgas.Covid/2020 tentang pelaksanaan kegiatan resepsi persedekahan.

Maka terhitung tanggal 19 Oktober – 1 Desember 2020 pelaksanaan hajatan, yang menyebabkan perkumpulan orang banyak tidak diperbolehkan. Sementara dalam kesepakatan tersebut, pelaksanaan akad nikah bagi setiap pasangan Calon Pengantin (Catin) dilaksanakan di Kantor Urusan Agama (KUA).

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kota Pagaralam H Win Hartan SAg MPdI melalui Kasi Bimas Islam Sumaji SAg tak menampik, jika pada bulan ini (Oktober) sudah banyak catin, yang mendaftarkan diri ke KUA yang ada di lima Kecamatan se-Kota Pagaralam untuk mendapatkan layanan nikah. “Dan bahkan tak sedikit juga dari mereka (Catin) yang jadwal nikahnya diatas tanggal 19 Oktober,” ucap Sumaji.

Sumaji mengatakan, dengan adanya larangan bagi masyarakat kota Pagaralam gelar hajatan ini, tak sedikit pula Catin yang minta agar jadwal akad nikahnya dimajukan dari tanggal yang sudah mereka tetapkan, dengan alasan agar saat pelaksanaannya nanti tidak didatangi petugas ataupun kena sanksi, karena sudah dikeluarkannya aturan tersebut. “Secara lisan sudah ada yang menanyakan hal itu bisa atau tidaknya, jika jadwal nikahnya dimajukan, namun saya katakan bahwa ini di kebijakan KUA,” ucap Sumaji.

Karena, jelas Sumaji, tanggal dan waktu yang sudah Catin tetapkan sendiri, sebenarnya secara online sudah tercatat sehingga tidak mungkin kalaupun jadwal yang ditetntukan harus berubah. “Mungkin, kalaupun itu bisa, pelaksanaan nikahnya yang dimajukan namun pencatatanya tetap sesuai dengan tanggal yang telah ditetapkan,” ungkapnya.

Sumaji menambahkan, dengan dikembalikanya akad nikah di KUA ini, dipastikan tidak akan ada kendala karena jadwalnya pun pasti diatur semaksimal mungkin, agar semuanya terlayani. “Hanya saja bagi yang minta pelayanan nikah, namun bertepatan dengan hari libur atau bukan jam kerja tidak di gratiskan, dan tetap harus setor ke Bank yang sudah ditetapkan,” pungkasnya. (Cg09)

Previous Miliki Nilai Jual Tinggi, Jadi Daya Tarik Wisatawan
Next Gelar Lomba Film Pendek, Akomodir Minat Generasi Muda