Awasi Penyalahgunaan Senpi Dinas






* Anggota Jalani Psikotes

PAGARALAM POS, Pagaralam – Polres Pagaralam mengantisipasi mengenai penyalahgunaan senjata api (Senpi) yang dipegang sejumlah anggotanya. Salahsatu caranya adalah melakukan tes psikologi. Pasalnya, senjata api yang dipegang anggota, bakal ditarik, jika tak lulus tes psikologi.

Tes psikologi ini dilakukan, kemarin (21/9), di aula barak Dalmas. Terlihat puluhan personel sejumlah satuan jalani tes psikologi tahap II. Psikotes dibuka Kapolres Pagaralam, AKBP Pambudi SIk, diwakili Wakapolres Pagaralam, Kompol Ernawan SH didampingi perwakilan Polda Sumsel, Kompol Endang Mustika Wati (Psikolog). “Tidak serta merta, anggota yang lulus psikotes langsung secara mutlak bisa mendapatkan izin menggunakan senjata api dinas. Masih ada monitoring perilaku anggota yang dinilai oleh pimpinannya langsung, meliputi kehidupan sehari-hari dari anggota tersebut,” ujar Wakapolres.




Ernawan juga menyebutkan, banyaknya kejadian tentang penyalahgunaan senjata api oleh oknum petugas di lapangan. Untuk itu, penting dilaksanakan psikotes. “Melalui psikotes ini, terbentuk mental setiap anggota Polisi pemegang senjata api yang benar-benar siap dan stabil saat memegang ataupun menggunakan senjata api dinas. Jika anggota yang bersangkutan sedang memilik masalah keluarga atau masalah dengan pihak lain, walaupun hasil psikotesnya lulus, tidak akan diijinkan memegang senjata api dinas, karena dapat membahayakan,” jelasnya.

Ditambahkan, Ps Paur Humas, Bripka Paino SE, dalam Peraturan Kapolri Nomor 4 Tahun 2007, dijelaskan setiap anggota Polri yang memegang senjata api dinas ditentukan sesuai hasil psikotes. Dimana harus memiliki kriteria yang meliputi penyesuaian diri, pengendalian diri, stabilisasi emosi, dan daya tahan stres.




“Tujuan dilaksanakan tes psikologi yang diselenggarakan Bagian Psikologi, Biro Sumber Daya Manusia, Polda Sumsel ini untuk mengetahui tekanan emosi, ketahanan dan kecerdasan dari masing-masing anggota calon pemegang senjata api. Dari hasil tersebut, dapat diketahui layak atau tidaknya seorang anggota Polri dalam hal penggunaan senjata api dinas,” ujar dia seraya mengatakan tes psikologi calon pemegang senjata api dilakukan rutin 6 bulan sekali. (06)

Previous Unit Transfusi Darah RSUD Kewalahan
Next Aliquam id imperdiet leo sed cursus mauris