Apel Amerika Banyak Beredar, Diduga Mengandung Bakteri LM


FOTO: Adi/Pagaralam Pos MONITORING: Tim dari Disprindagkop saat  melakukan monitoring kepada pedagang buah, kemarin.
FOTO: Adi/Pagaralam Pos
MONITORING: Tim dari Disprindagkop saat melakukan monitoring kepada pedagang buah, kemarin.

EMPAT LAWANG – Menanggapi peredaran Apel Impor asal Amerika yang diduga mengandung bakteri Listeria Monocytogenes (LM) di Kabupaten Empat Lawang, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Empat Lawang, Okky Bial Peterson akan segera menindaklanjuti, yaitu dengan mengeluarkan surat edaran ke masyarakat yang berisi imbauan agar tidak mengonsumsi Apel Impor asal Amerika.

Terutama menurut Okky, pihaknya segera dalam waktu dekat akan berkoordinasi dengan pihak terkait lainnya, memberikan sosialisasi agar tidak membuat resah Masyarakat terutama para pedagang. “Memang disarankan oleh Kemdag dan Kementan, menyusul temuan Bakteri Listeria Monocytogenes di Apel Impor asal Amerika tersebut. Secara nalar saja, jika itu sudah memakan korban di negara asalnya, tentu saja kita larang hal itu beredar di Indonesia dan ini akan segera Kita tindaklanjuti untuk menurunkan tim memantau peredaran Apel tersebut di pasar Kita,” ungkap Kadisperindag Empat Lawang, kemarin.

Sejauh ini menurut Okky, peredaran Apel asal Amerika di Kabupaten Empat Lawang diakuinya memang banyak beredar, namun untuk jenis dan Mereknya pihaknya belum memantau langsung ke Pasar-pasar, sehingga dipastikannya pihak Disperindag Kabupaten Empat Lawang dalam waktu dekat segera meninjau langsung. “Memang betul tidak semua Apel asal Amerika yang terinfeksi virus hanya ada 2 macam, yakni jenis Granny Smith dan Gala, namun untuk memastikan jenis dan Mereknya yang ada di Empat Lawang kita akan turun dulu ke lapangan,” tegasnya.

Bagaimana dengan YLKI? Untuk Empat Lawang belum ada YLKI, namun demikian menurut Okky, Kabupaten Empat Lawang hingga saat ini masuk dalam wilayah kerja YLKI Kabupaten Lahat, sehingga untuk koordinasi Ke YLKI tentunya ke YLKI Kabupaten Lahat. “Selama ini, kita selalu berkoordinasi denga YLKI, karena wilayah Empat Lawang termasuk Pagaralam masuk dalam wilayah kerja YLKI Lahat, kita koordinasinya ke sana. Hingga saat ini kita selalu melibatkan mereka jika ada Sidak ke pasar-pasar,” sebutnya.
Informasi sebelumnya, keberadaan Apel Impor Khusunya Apel Impor asal Amerika masih banyak dijual di Pasar-pasar dalam wilayah Kabupaten Empat Lawang. Hingga Kemarin, (Kamis, 29/1) dari pantauan, terlihat di pasar Musi Jaya Tebing Tinggi Apel yang memiliki warna mencolok itu masih terlihat dijual di lapak-lapak pedagang buah.

Beberapa pedagang yang berhasil dimintai keterangannya mengaku masih menjual apel Impor Asal Amerika, mereka mengaku belum mengetahui jika apel tersebut mengandung bakteri Listeria Monocytogenes yang berbahaya bagi manusia. “Ada, kita jual apel impor juga, namun tidak banyak sebab modalnya mahal hingga Rp500ribuan satu boksnya. Kalau memang dilarang kita siap untuk tidak menjual lagi, namun hingga sekarang belum ada sosialisasinya,” kata Maryati (45) salahseorang pedagang buah.

Dikatakannya, ia biasanya mendapatkan Apel tersebut dari agen yang berada di Kota Lubuk Linggau atau kadang-kadang Ia membeli dari agen yang berasal dari Kota Palembang yang kebetulan melintas di Empat Lawang. Ia mengaku hingga sekarang tak tau jenis apel mengandung Bakteri seperti yang ramai diperbincangkan di Media. “Kami juga bingung, Apel yang bagaimana yang mengadung Bakteri itu, ya untuk sementara ini kami tetap jual sampai pasokan kami habis, sebab kami sudah keluarkan modal banyak,” katanya. (07/CE-V)

Previous Pembinaan Ciptakan Keluarga Harmonis
Next Sengketa Lahan Ganggu KBM