Aparat Kepolisian Sweeping Sajam ke Sekolah


Foto: Satbinmas Polsek Dempo Selatan Periksa: Anggota Satbinmas Polsek Dempo Selatan saat menggeledah isi tas pelajar di SMK Negeri I, kemarin.
Foto: Satbinmas Polsek Dempo Selatan
Periksa: Anggota Satbinmas Polsek Dempo Selatan saat menggeledah isi tas pelajar di SMK Negeri I, kemarin.

PAGARALAM POS, Pagaralam – Buntut kejadian tewasnya pelajar SMA PGRI Pagaralam belum lama ini, sepertinya menjadi sorotan serius pihak terkait. Begitupun dengan aparat kepolisian Polsek Dempo Selatan, yang bergerak cepat melakukan upaya preventif agar jangan sampai kembali terulang di wilayah hukumnya. Bersama anggota Satbinmas, kemarin melakukan giat sambang ke sekolah tingkat menengah atas sekaligusnya melakukan sweeping senjata tajam (Sajam, red) dikhawatirkan dibawa oleh siswa ke dalam kelas.

Kapolres Pagaralam, AKBP Hendra Gunawan SIk MSi, melalui Kapolsek Dempo Selatan, Herry Widodo mengatakan, giat sambang ke sekolah yang dilakukan merupakan agenda rutin anggota Satbinmas yang ada di Polsek. “Sekaligus juga mensosialisasikan untuk tidak membawa sajam, karena tindakan ini melanggar hukum dan yang bersangkutan bisa dikenakan sanksi pidana,” jelasnya.

Diceritakan Herry, belum lama ini ada kejadian meninggalnya seorang pelajar akibat terkena tusukan sajam yang dilakukan sesama mereka. Untuk itu, sebagai upaya preventif, mencegah dan tidak terjadi lagi tragedi tersebut, para siswa SMA dan SMK yang ada di Kecamatan Dempo Selatan akan diberikan arahan dan pembinaan.

Bagi mereka yang tertangkap membawa sajam di tempat yang tidak seharusnya, akan berhadapan dengan hukum. Sanksinya sesuai dengan UU Darurat No.12 tahun, pelanggar bisa dijerat dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara. “Untuk itu kita ingatkan kepada pelajar, untuk tidak membawanya, apalagi dibawa ke lingkungan sekolah,” ajak Herry seraya mengatakan, besok (hari ini, red) jika tidak ada halangan anggota Polsek Dempo Selatan mengunjungi SMA Negeri 5.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Kota Pagaralam, Drs. Supawi Cekman mengatakan, terkait peristiwa penusukan hingga menyebabkan seorang pelajar yang dilakukan rekannya sesama pelajar, diimbau kepada pihak sekolah untuk lebih optimal lagi melakukan pengawasan serta pembinaan kepada para anak didiknya di sekolah. (06/CE-V)

 

Previous Pembobol Sekolah Dibekuk
Next Puskesmas Kekurangan Dokter Umum