Anjing Gila Resahkan Warga


PAGARALAM POS, Pagaralam – Masyarakat tinggal di wilayah Dusun Suka Cinta, kelurahan Atung Bungsu, kecamatan Dempo Selatan dibuat khawatir dan gelisah, karena hingga kini masih maraknya anjing gila berkeliaran di kawasan tersebut.




Bahkan tidak sedikit warga maupun anak kecil di wilayah ini sudah menjadi korban dari gigitan anjing gila. Sontak hal ini menjadi kekhawatiran tersendiri bagi masyarakat bermukim di wilayah ini yang ingin keluar rumah menjalankan aktivitas.




“Kami takut digigit anjing gila, karena sekarang mulai marak anjing berkeliaran di jalan Dusun Suka Cinta. Belum lama ini saja ada pekerja bangunan dan anak kecil di dusun ini sudah menjadi korban gigitan anjing gila, belum lagi ada baru-baru ini terdapat pula anak kecil yang digigit, meski hanya kena bajunya saja,” ucap Weni, warga Dusun Suka Cinta, kemarin.




Diakui Weni, keberadaan anjing gila yang berkeliaran sangatlah meresahkan dan juga membuat warga merasa takut untuk keluar rumah di pagi, siang maupun malam hari. Karena takut menjadi korban serangan anjing gila. Apalagi lidah anjing ini berlendir, ditakutkan dapat membawa penyakit rabies.




“Kami minta kepada instansi Pemerintah Kota (Pemkot) Pagaralam agar mengambil tindakan dengan melakukan penyuntikan rabies. Mengingat sudah banyak anjing gila berkeliaran di dusun ini. Kami pun jadi takut pergi ke kebun atau keluar rumah,” pintanya.




Sementara itu, Camat Dempo Selatan, Yusman Sohar SE membenarkan, jika di wilayah Dusun Suka Cinta beberapa hari terakhir tengah marak akan keberadaan anjing gila yang berkeliaran di jalan-jalan.




“Informasi yang kita peroleh dari Ketua RW setempat, sudah ada 3 warga yang menjadi korban gigitan anjing gila. Karena itu kita imbau kepada masyarakat untuk senantiasa dapat meningkatkan kewaspadaan, sehingga terhindar dari serangan dan gigitan anjing liar,” imbuh Yusman.




Tidak hanya itu, tambah Yusman, pihaknya juga akan segera membuat laporan tertulis kepada dinas terkait mengenai masalah ini, sehingga dapat dilakukan langkah pencegahan atau juga penanganan lebih lanjut.
“Kita meminta kepada masyarakat yang terkena gigitan binatang liar seperti anjing dan monyet, untuk tidak membunuh binatang tersebut. Hal ini untuk mengetahui binatang itu apakah membawa virus atau tidak,” pungkasnya. (09/CE-V)

Previous Survei dan Hitung Ulang Pembebasan Lahan
Next Mengakar di Lokal, Diakses Hingga Mancanegara