Alpian Sabet Jungleman Award


Foto: Alpian for Pagaralam Pos
RATUSAN KILOMETER: Alpian bersama navigatornya Jum Aja saat tiba di garis finish, Batulicin Kalsel. (Foto kanan) mobil offroad Alpuan terbenam di jalur penuh lumpur.

Pantang Mundur di ‘Jalur Neraka’
PAGARALAM POS, Pagaralam– Offroader Pagaralam kembali menorehkan prestasi gemilang. Di iven Meratus Expedition (MEX) 2017, bersama navigatornya Jum Aja, Alpian berhasil menuntaskan perjalanan dengan sempurna. Dia pun meraih Jungleman Award, sebuah penghargaan bergengsi di iven yang mengusung tema ‘Jauhi Narkoba, Dekati Belantara’ itu.




Penghargaan itu diumumkan langsung dalam acara penutupan MEX 2017 di Batulicin, Kalsel, Sabtu malam (22/3). Selain mendapatkan penghargaan, Alpian juga memenangkan undian berupa satu unit sepeda motor.




Kepada Pagaralam Pos, Alpian menuturkan, dari 84 peserta hanya ada 14 peserta yang berhasil finish full track alias sempurna. Adapun peserta lainnya kehabisan waktu, atau tidak bisa menuntaskan perjalanan sesuai dengan jadwal. “Alhamdulillah, saya dan kru bisa finish tepat waktu. Saya finish di urutan ke-14,”ujar Alpian, Minggu malam, (23/4).




Alpian melanjutkan, dirinya dinobatkan sebagai Jungleman Award. Ini merupakan penghargaan tertinggi di iven eksibisi offroad dan hanya didapat oleh satu orang saja. “Ini penghargaan pertama buat saya. Sebelum-sebelumnya saya tak dapat,”ucapnya.




Menurutnya, Jungleman award diperuntukkan bagi offroader yang berhasil melewati segenap tantangan. Karenanya kata dia, jungle man award diperuntukkan bagi offroader yang tahan bantinhg . “Istilahnya, buat yang pantang mundur,”ujarnya.




Super Ekstrim
MEX 2017 bermula di Banjar Baru. Dilanjutkan ke Barabai hingga akhirnya finish di Batulicin. Semua daerah ini masuk wilayah provinsi Kalsel. Total rute yang ditempuh para peserta adalah sekitar 400 Km.




Diakui Alpian, rute MEX 2017 sangatlah berat. Dia menyebutkan, di MEX terdapat beberapa jalur neraka. Kondisi ini lebih berat dari iven International Indonesia Offroad Expedition (IOX). “Mobil kami sering terbenam dalam lumpur tebal di tengah hutan, susah untuk lewat,”cerita Alpian.




Alpian memang sempat mengalami insinden. Mobil yang dikemudikannya masuk ke dalam jurang sedalam 25 meter. Ini terjadi di hari keempat MEX. Lokasi persisnya di hutan belantara yang masuk wilayah kecamatan Awayan. “Tapi, kami bisa melanjutkan perjalanan kembali,”tutur Alpian.




Karena itu diakui Alpian, ini merupakan poin utama bagi panitia untuk menyematkan jungle award kepada dirinya. Sampai dengan hari terakhir, Alpian cs berhasil melewati semua tantangan yang ada. Di garis finish, mereka tiba tepat waktu dan disambut antusias.




Setelah mengikuti IOX, Alpian kembali harus bersiap-siap. Sebab Oktober nanti, iven IOX 2017 akan dimulai. Iven ini digelar di pulau Sulawesi, start di Kendari Sulewesi Tenggara. Adapun finish di Makassar, Sulawesi Selatan. “Saya akan ikut IOX. Target saya adalah bisa mengikuti IOX sampai lima kali,”ujarnya. (11)

Previous 1 Mei, PNS Bawa Sampah ke Kantor
Next Tahun 1952, Ir Soekarno Injak Tanah Besemah