Air Sungai Meluap, Pendapatan Pencari Pasir Berkurang


PAGARALAM POS, Padang Temu – Besarnya debit air Sungai Selangis Kecil mengalir hingga wilayah Dusun Kerta Dewa, Kelurahan Padang Temu, Kecamatan Dempo Tengah, jadi kendala bagi pencari pasir dan batu koral di wilayah setempat. Ini mengakibatkan pendapatan dari penjualan material bahan bangunan tersebut jauh berkurang, mengingat pencarian pasir atau batu kerikil sulit didapat.

“Di musim penghujan sekarang ini, membuat para pencari atau penambang pasir tidak bisa bekerja melakukan aktivitas seperti biasa, karena besarnya air sungai menjadikan pasir dan koral sulit didapatkan,” ungkap Samsudin (60), warga Dusun Kerta Dewa, Kelurahan Padang Temu, kemarin.

Samsudin menjelaskan, saat musim hujan dan air besar tidak banyak yang bisa diperbuat pencari pasir. Biasanya dalam sehari bisa mendapatkan pemasukan dari penjualan material pasir sebesar Rp.100.000, sementara di musim penghujan hanya mampu mengantongi uang Rp.30.000, karena pencarian pasir hanya bisa dilakukan setengah hari saja, selebihnya sering turun hujan yang bisa mencapai waktu cukup lama.

“Kalau air besar seperti ini, tentu tidak bisa melakukan pencarian pasir sama sekali. Untuk mengalihkan agar asap dapur ngepul, kita mengalihkan pencarian dengan menambang batu koral, karena harga jualnya di pasaran tidak jauh berbeda, sebesar Rp.80.000 per kubik, sedangkan pembeli yang datang kebanyakan merupakan pemborong proyek. Biasanya, berapapun banyak barang yang ada masih kekurangan dan habis terjual,” terangnya.

Selain pasir sulir didapatkan kata Samsudin, pasar dari daerah sini jarang dipakai, karena konsumen lebih memilih membeli material pasir ke daerah Lahat dan Muara Enim yang kualitas lebih baik ketimbang daerah Pagaralam. “Kalau soal kualitas material pasir di daerah ini, kita akui memang jauh dibandingkan dengan daerah Lahat dan Muara Enim yang lebih bagus. Jadi tak salah jika konsumen mengambil pasir di sana,” ujarnya.

Senada juga disampaikan Baha (45), penambang pasir lainnya, sudah dua bulan terakhir ini penambang pasir di wilayah Kelurahan Padang Temu nyaris tidak beroperasi, mengingat cuaca yang kurang begitu bersahabat. Dari biasanya mendapatkan penghasilan Rp.100.000 – Rp.200.000, tapi di musim penghujan ini pendapatkan penambang pasir sangat jauh berkurang.

“Satu hari biasanya mampu mendapatkan uang Rp.100.000 ribu – Rp.200.000, kini kita akui tak lebih dari Rp.50.000 ribu, sekarang hanya bisa pasrah sembari menunggu kondisi cuaca kembali membaik, sehingga penghasilan selaku penambang pasir bisa kembali membaik dibandingkan dengan saat ini,” harapnya. (09/CE-V)

 

Previous Harga Jual Karet Membaik
Next Fit and Proffer Test Dilaksanakan 16 Desember