6.813 Data Pemilih ‘tak Normal’


Foto : Net

Pemilih Tua Disebut Muda
PAGARALAM POS, Pagaralam – Data anomali ini di Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan (DPTHP) rupanya cukup banyak. Komisi Pemilihan Umum Kota Pagaralam menyebut, jumlah data pemilih anomali mencapai 6.813. Di antaranya ada pemilih yang umurnya sudah tua malah dikelompokkan menjadi pemilih pemula.




“Itu (data anomali) sumbernya dari KPU RI,” ucap Komisioner KPU Kota Pagaralam Divisi Program dan Data Rahmat Qori Setiawan AMd, ditemui Pagaralam Pos setalah rapat pencermatan data pemilih anomali bersama PPK, PPS, Bawaslu serta Disdukcapil di kantor KPU kemarin.




Disebutkan Qori, data pemilih anomali dilihat dari lima elemen yakni alamat, nama, nomor identitas kependudukan (NIK), tanggal lahir dan umur. Anomali ini tersebar di lima kecamatan di Pagaralam (Lihat Tabel Anomali Data Pemilih). Dilihat dari elemen alamat dijelaskannya, ada pemilih yang keterangan domisilinya salah.




Selanjutnya di elemen nama, ada pemilih yang namanya kurang lengkap. Di elemen NIK ada pemilih yang NIKnya ganda bahkan kurang dari 16 digit. Sedangkan di elemen tanggal lahir ada pemilih yang tidak tepat tanggal serta tahun lahirnya. “Kalau elemen umur, anomali karena padahal umurnya sudah 40 tahunan, malah masuk kategori pemilih pemula atau baru berumur 17 tahun,” tuturnya.




Qori enggan menyalahkan siapa-siapa pun terkait data anomali ini. Namun dia mengakui, adanya data pemilih anomali mungkin saja dikarenakan tidak ada proses pencocokan dan penelitian (Coklit) layaknya Pilkada dulu. Juga karena tidak cermatnya proses input data pemilih. Toh Qori mengaku mau tidak mau pihaknya mesti melaksanakan pencermatan ulang dengan melibatkan PPK, PPS, Bawaslu dan Disdukcapil. “Data anomali ini kita cek dulu kebenarannya. Kalau ada yang kita perbaiki,” jawabnya.




Ditemui di tempat yang sama Sekretaris Disdukcapil Kota Pagaralam Zulkifli SSos cukup terkejut dengan adanya data pemilih yang anomali tersebut. Dia memperkirakan, data anomali ini muncul karena adanya kesalahan proses awal perekaman data KTP-el. Sebabnya data pemilih sumbernya adalah perekaman KTP-el. “Misalnya saja soal NIK. Mungkin saja ganda atau kurang digit karena proses awalnya juga salah,” jawab Zulkifli.




Zulkfili memastikan, pihaknya siap menindaklanjuti temuan dari KPU RI tersebut. Menurut dia, data pemilih anomali tersebut akan diselesaikan dengan cara mengembalikannya lagi ke nol. Artinya jelasnya, pemilih yang datanya anomali dihapus lalu diminta untuk merekam kembali. Proses ini dikatakan Zulkifli diperkirakan tidak akan memakan waktu yang lama. “Karena kami bekerja secara tim,”sebut Zulkfili.




Klaim Sudah Mengingatkan
Sementara itu Ketua Bawaslu Kota Pagaralam Edy Budi Ahmadi SE tak terkejut dengan adanya data pemilih yang anomali tersebut. Edy mengklaim, sedari awal pihaknya sudah mengingatkan KPU perihal adanya potensi data anomali di Pagaralam. “Seperti di wilayah perbatasan, itu ada potensi data pemilih yang ganda,”sebut Edy memberikan contoh, ketika ditemui di kantornya kemarin.




Meskipun demikian, Edy memastikan, pihaknya akan membantu KPU untuk mencermati data-data anomali tersebut secara lebih mendalam. Ia berharap pencermatan bersama ini bisa menghasilkan data pemilih yang akurat sesuai fakta di lapangan. (11)

Previous Sosialisasikan Vaksin MR Aman
Next Anak Umang Ditunakkah, Kerbai Jande Dibiyekah