30 Persen Warga BM 2 Beralih ke Walet


PAGARALAM POS, Muratara – Sedikitnya 30 persen warga Desa Beringin Makmur (BM) 2 (Dua), Kecamatan Rawas Ilir, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), beralih dari petani karet ke walet, hal tersebut dikarenakan harga getah karet yang rendah.




Seperti dikatakan Ardiyansyah (38), Ketua RT 3, Kelurahan Bingin Teluk, Kecamatan Rawas Ilir, Kabupaten Muratara, Dirinya mengaku jika sebagian warga yang berada di Desa BM 2 sekarang ini sudah banyak yang beralih memelihara walet, karena harga getah karet sekarang tidak bisa menjanjikan.




“Kira-kira sebanyak 30 persen lebih warga Desa BM 2 saat ini sudah tidak lagi bertani karet, melainkan memelihara walet. Selebihnya ada juga warga beralih ke petani sawit,” katanya saat dikonfirmasi awak media.




Dirinya menjelaskan, beralihnya sebagian warga tersebut dari petani karet, tentunya untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga. Sebab, jika warga masih tetap mengandalkan hasil dari getah karet, tentunya sulit untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. “Soalnya, harga getah karet sudah hampir 5 tahun ini rendah,” jelasnya.




Sementara, H. Huzairin (68), salah satu warga Desa BM 2 yang merupakan seorang petani walet mengungkapkan, dirinya mulai beralih menggarap walet sejak tahun 2012 hingga sekarang, karena ia menganggap walet lebih menjanjikan dari pada getah karet yang tidak jelas harganya. “Sejak 2012 saya membangun gedung walet, dan beralih dari petani karet,” ungkapnya.




Dirinya mengaku, dalam sebulan bisa panen mencapai 2 sampai 3 kilogram (Kg), namun itu masih tergantung keadaan. “Kurang lebih kita bisa panen berkisar 2 sampai 3 kilogram dalam satu bulan,” akunya.




Untuk pemasaran walet, ia menuturkan jika selama ini pembeli yang datang kerumahnya, dan langsung bernegosiasi mengenai harga. “Kalau untuk penjualan walet, pembeli datang ke kita dan bernegosiasi harga, jika cocok maka kita lepas,” bebernya. (mg01)

Previous Caleg Belum Dibolehkan Beriklan di Media Massa
Next Warga Lahat Mulai Gunakan Air Kolam Retensi