Mengikuti Tour Adventure (2/habis) Bertopi Ala Sinterklas, Alpian ‘Selamatkan’ Offroader


Keguyuban (kerjasama) yang diusung BORT dalam tour adventure memang bukanlah isapan jempol belaka. Ada buktinya yang dapat dilihat dari awal hingga akhir tour adventure.  Keguyuban makin penting. Sebab, dalam tour adventure kali ini tidak ada tim evakuasi.

————————————–

Pidi Rahmansyah-Pagaralam

————————————-

MENDUNG mendekati sempurna di siang itu. Lamat-lamat sinar matahari mulai tersenyembunyi di balik awan yang mulai berwarna kehitaman. Namun, perubahan cuaca ini tak menyurutkan semangat para offroader memulai kembali perjalanannya. Rauangan gas ala offroader mengalahkan suara gemericik sungai Selangis yang sebentar lagi akan dilalui.

Memang, untuk melalui sungai tersebut bukanlah perkara mudah. Namun, bukan namanya offroader kalau takut. Justru mereka semakin tertantang untuk segera ‘menaklukkan’ sungai itu. Karenanya, gas pool! Tanpa pikir panjang satu persatu offroader menyeberangi sungai tersebut. Yang pertama menyeberang adalah rombongan offroader motor.

Tapi, seperti yang sudah diprediksi sebelumnya. Untuk melalui jalur ini harus dilakukan secara bersama-sama. Tak mungkin hanya bisa dilalui seorang diri. Makanya, saat salahseorang offroader motor berhasil menyeberang sungai, dia harus membantu menyebrangkan offroader lainnya. Menariknya, dalam proses penyeberangan ini semua cara ditempuh. Mulai diangkat hingga ditarik. Lagi-lagi, semuanya dikerjakan bareng-bareng. Tak ada offroader yang bersantai, semuanya berkeringat.

Salahseorang offroader yang terlihat berjibaku adalah Jhond Dayat. Offroader yang akrab disapa Jhond ini, nyemplung ke dalam sungai untuk membantu menyeberangkan motor. “Prinsipnya adalah kerjasama. Semua offroader harus saling bantu-membantu,”ujar Ketua Besemah Scooter Club (BSC) ini.

Senada diutarakan Yudi, offroader lainnya. Dia membantu dengan cara menarik motor sampai keluar dari sungai. “Tidak capek kalau dilakukan secara bersama-sama,”ucapnya yang hari itu memakai kaos lengan panjang eks agenda Jelajah Alam Besemah (JAB) Eka Paksi itu.

Dengan semangat kerja bareng itulah, akhirnya semua offroader motor berhasil mencapai tepian Sungai Selangis. Dengan demikian, tibalah waktunya bagi offroader mobil untuk menyeberangi sungai penuh batu itu. Sama seperti motor, mobil offroad juga tak mudah untuk melalui sungai tersebut. Seberapa kuat mereka menginjak gas, tetap saja tak bisa mencapai tepian sungai dengan sempurna. Karena itu harus dibantu tarik, dengan mobil offroad yang sudah lebih dulu berhasil tepian. Mobil offroad tersebut tak lain adalah milik Alpian, Ketua Panitia Tour Adventure. Memang, dengan kapasitas mesin diatas rata-rata, mobil tersebut layak untuk ‘menyelematkan’ mobil offroader lainnya. Pas dengan gaya sang pengemudi yang bertopi ala sinterklas.

Dengan santai Alpian‘menyelamatkan’ mobil offroader dari tepian sungai. Caranya ditarik dengan menggunakan seutas tali baja. Mobil offroad sang ‘Sinterklas’ dihubungkan dengan mobil offroad lainnya. Lalu ditarik dengan gas tinggi. Untuk menarik mobil ini, Alpian juga dibantu dengan para petugas lapangannya. Karenanya proses ‘penyelamatan’ini berlangsung dengan cukup cepat. Akhirnya, semua mobil offroad berhasil ditarik keluar.

“Topi ini (Sinterklas) bagi saya sama seperti topi lainnya. Makanya, saya memakainya. Terserah apa omongan orang lain. Kebetulan hari ini saya memakainya saat menarik mobil. Istilahnya untuk ‘menyelamatkan’,”ujar Alpian setengah bercanda saat ditanya alasannya memakai topi tersebut.

Setelah memastikan semua peserta siap, Alpian mengajak untuk meneruskan perjalanan lagi. Kali ini, Pagaralam Pos ikut tour dalam mobil offroad milik Alpian. Meski tampilannya sederhana, namun menurut Alpian, mobilnya itu adalah yang terbaik dalam ajang International Tour Lahat-Monas (Lamo) beberapa waktu lalu. “Mobil ini sedang saya siapkan untuk mengikuti Tour Jakarta-Surabaya, pada 2015 nanti. Jadi jangan dilihat dari luarnya saja,”tambahnya sembari asyik menyetir.

*Sebagian Jalan TMMD Sulit Diaspal

Sepanjang perjalanan Tour Adventure, Alpian juga menyoroti tentang kondisi Jalan Lingkar TMMD. Termasuk, tentang pengaspalan jalan sepanjang 18 km dan lebar 12 mater tersebut. Alpian tak menampik, ada salahsatu titik jalan TMMD sukar jika akan diaspal. Yakni di dekat Sungai Selangis yang masuk wilayah Kecamatan Dempo Tengah. “Itu kalau mau diaspal masih susah. Jalannya terlalu curam. Harus didatarkan lagi kalau mau diaspal. Tapi hanya itu saja, yang lain cukup mudah jika mau diatasnya,”sebutnya.

Bagaimana dengan pembangunan jembatan di atas Sungai Selangis? Dijelaskan Alpian, kemungkinan besar akan dibangun pada 2015 mendatang.

Sementara itu, Dandim 0405 Lahat Letkol Inf Tri Haksoro, menyatakan, belum memonitor pembangunan jembatan di jalan TMMD tepatnya di Sungai Selangis (perbatasan Dempo Tengah-Dempo Utara).

Foto: Pidi/Pagaralam Pos DIBANTU TARIK: Salahsatu mobil offroader harus dibantu tarik keluar dari dalam Sungai Selangis perbatasan Dempo Tengah dengan Dempo Utara. Demikian pula dengan offroader memakai motor yang juga harus saling membantu.
Foto: Pidi/Pagaralam Pos
DIBANTU TARIK: Salahsatu mobil offroader harus dibantu tarik keluar dari dalam Sungai Selangis perbatasan Dempo Tengah dengan Dempo Utara. Demikian pula dengan offroader memakai motor yang juga harus saling membantu.

“Ke PU (Pekerjaan Umum) mungkin sudah dianggarkan pada 2015 nanti,”jawab Tri Haksoro ketika dikonfirmasi via pesan singkat. (**)

Previous Kerusakan Jalan Tanjung Cermin Kian Parah
Next Polres Tetapkan Tiga Tersangka Korupsi Baju Hansip