139 Karyawan Perusahaan Tambang di PHK


PAGARALAM POS, Lahat – Melemahnya perekonomian global membuat permintaan terhadap salahsatu produk tambang seperti batubara menurun. Faktor inilah yang membuat perusahaan tambang di Kabupaten Lahat melakukan pengurangan karyawan. Sejak awal Januari ini 139 karyawan dilakukan PHK.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Lahat, Ismail Hanafi, melalui Kabid Pengawasan Tenaga Kerja mengatakan, diduga pemutusan hubungan kerja, alias PHK itu disebabkan harga batubara dalam setahun terakhir terus mengalami penurunan. “Ini data (karyawan PHK) di Tahun 2016 dan jumlahnya akan bertambah,” ujarnya, kemarin.

Tambah Ujang, beberapa perusahaan lain, baik yang bergerak di sektor pertambangan maupun non tambang, sudah banyak melaporkan rencana pemutusan kontrak kerja di tahun 2016 ini. Tetapi pihaknya masih melakukan verifikasi dan pemvalidan data-data karyawan salahsatu perusahaan besar tambang galian C di kabupaten Lahat bakal ikut merampingkan jumlah tenaga kerja. “Perusahaan lain juga bakal menyusul. Kebanyakan karena kesulitan finansial, terutama biayai operasional,” jelasnya.

Lanjut Ujang, dengan hal itulah pihak manajemen memilih menutup bahkan sebagian perusahaan melakukan efisiensi dengan cara pengurangan tenaga kerja. Dan ketika perusahaan tutup maka akan berdampak pada perekonomian masyarakat. Salahsatu solusinya adalah pemerintah daerah harus lebih fokus kepada pembinaan terhadap sektor potensial lain, seperti perkebunan. “Kami minta ke pihak perusahaan untuk negosiasi masalah pesangon, agar tidak ada yang dirugikan,” ujarnya.

Berikut nama-nama perusahaan tambang dan non tambang yang terpaksa memangkas jumlah karyawan terhitung per 1 Januari 2016. PT Pilona (56 orang), PT SDL (44 orang), PT Lematang (11 Orang), PT CML (4 orang), PT PLG Distributor (5 orang), PT Eka Jaya (15 orang), PT MAS (4 orang). (mg21/CE-V)

Previous Izin Habis, Puluhan Reklame Ditertibkan
Next Batal Dilantik, K2 ‘Ngadu’ ke Menpan